Siklus perjalanan ruh manusia demikian kronik, runtut hingga ia mengandaikan adanya rahmat dan anugrah dari Allah. Ketika hidup, tatkala manusia lahir sampai kemudian wafat, rahmat Allah SWT berupa nikmat hidup dan karunia yang tak terhingga menyertai manusia. Karena itu kemudian hidup sebagai anugrah yang mesti kukuh disyukuri. Jika anugrah hidup tidak disyukuri, tapi malah dilencengkan untuk mendurhakai Allah, maka hidup akan menjadi minyak yang bakal menyulut mala petaka bagi diri manusia dan akan menyeret nasib pada kesudahan yang buruk.
Dalam firman Allah yang artinya :
" Maka apakah orang yang kamu janjikan kepadanya suatu janji yang baik(surga) lalu ia memperolehnya, sama Dengan orang yang Kami berikan kepadanya kenikmatan hidup duniawi. Kemudian Dia pada hari kiamat Termasuk orang - orang yangdiseret (kedalam neraka) ? . "
( QS, Al-Qashash : 61 )
Keimana yang terus bergetar, niscaya betapa Allah selalu menyertai kehidupan kita. Kendati iman itu bagaikan gelombang. Tapi percayalah ketika keimanan berada pada titik terendah, pada saat itu kemudian manusia diuji, masihkah kokoh dirinya dalam iman atau tidak. Dan kemuliaan akan didapat ketika dirinya mampu kembali memperbaharui iman. Dan pada saat ini kemudian, manisnya iman akan ditunai atau dipetik hasilnya. Untuk itu teruslah pupuk keimanan, dan rayakan dengan rasa syukur yang hebat...!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saran dan masukan untuk lebih berkembang