Selamat Datang Di Maha Karya Nununk

Sabtu, 01 Oktober 2011

Ketika Hati Dihiasi Rasa Syukur

" Dalam diri setiap orang pasti ada sebuah mata air yang menyemburkan kehidupan, energi, cinta, apapun sebutan yang anda berikan padanya. Jika saluran untuk mata air itu tidak tersedia, ia akan mengubah tanah sekitarnya menjasi rawa "
_ Mark Rutherford _

Dalam sebuah buku yang pernah saya baca, Ibnu Qudamah telah mengkategorikan syukur kedalam 3 bentuk hakiki. Saya beri nama ini dengan lingkup syukur. Bagi Ibnu Qudamah syukur itu mestinya mencakup tiga hal; yakni syukur hati, syukur lisan, dan syukur perbuatan. Hamba yang merasa bahwa hidup adalah anugrah. Kesempurnaan adalah nikmat. Kekayaan adalah titipan layaknya mengekspresikan syukur dengan hati, lisan, dan perbuatan.
Ini dilakukan agar diri mampu merasakan tidak adanya kekuatan, kemegahan, kehebatan, melainkan karena iradah Allah SWT. Dengan demikian tak satupun manusia yang dapat memungkirinya.

Hati adalah jantung kehidupan. Kenapa demikian? Hati yang sehat, membuat anggota tubuh juga turut sehat. Bahkan sehatnya jiwa seseorang tergantung pada baiknya hati yang terdapat dalan rongga dadanya. Kebutaan pada hati membuat pikiran tertutup dan tak mampu menangkap hikmah dan petunjuk dari Allah SWT seperti yang telah dituliskan dalam Al-Quran Surat Al-Hajj: 46 yang berarti :

" maka apakah mereka tidak berjalan dimuka bumi , lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka mendengar?karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada didalam dada".

Kebutaan pada hati, menyebabkan manusia tiak mampu mendengarkan dan memahami kebaikan yang ditiupkan Allah pada kehidupan. Alangkah ngerinya hidup ketika tidak dirasuki oleh kebaikan. Semua gerak, perilaku dan tindakan semata - mata dikendalikan oleh hawa nafsu. Inilah yang membuat hidup akan hancur. Buruknya hidup tak lagi memiliki orientasi yang lebih hakiki. Karena itu peliharalah diri dari kebutaan hati.

Sebuah perumpamaan dari Mark Rutherford hati dengan sebuah mata kalau dipikir - pikir bener juga, karena hati adalah sumber dari karakter yang baik. Hati adalah cawan kebenaran, Ia juga menjadi wadah kelembutan. Namun demikian hati juga bisa mengalami sakit terutama ketika karakter negatif mendominasi hati. Maka pada saat inilah kejahatan, kebejatan, akhlak buruk mengendalikan hidup manusia, lalu melemparkannya ke dalam jurang kenistaan. Ironisnya hati yang dikuasai karakter buruk tak sungkan dan tidak merasa takut mendurhakai Allah SWT.

Al- Ghazali mendefinisikan hati sebagai organ khusus. Al- Ghazali menyebutkan hati sebagai galb jasmaniah. Inilah hati yang diisi dengan kelembutan ruahani ketuhanan. Manusia yang memiliki hati jasmaniah, mampu bersikap arif. Mereka sadar akan hakikat diri sebagai hamba Allah SWT.

Hati jasmaniah ini yang menggerakan lisa, bertutur Alhamdulillah. Dan anggota tubuh pun bersyukur, dengan cara berbagi terhadap sesama. Hati adalah panglima. Karena itu ia memiliki tentara. Al-Ghozali, menyebutkan dengan junud al-qulb. Apa laskar hati itu? Nyatanya, laskar hati adalah seluruh anggota tubuh. Baik lisan maupun anggota tubuh lainnya. Hati mensugesti lidah untuk bertutur. Setelah itu anggota tubuh, baik tangan maupun kaki, bertindak sesuai dengan titah lisan.

Hati juga memiliki posisi atau level. Pada posisi inilah hati harus didorong. Al-khawas, kata Al-Ghazali. Ini adalah maqam atau posisi dimana hati akan slalu merasaka Allah mengawasi manusia. Hati yang Khawas ini membuat diri slalu patuh dan takut jika tergelincir pada kedurhakaan. Hati yang khawas adalah hati yang selalu menerima diri untuk mematuhi, mentaati segala perintah Allah serta menjauhi laranganNya.

Hati yang sudah mencapai posisi khawas menjadikan diri mampu menjalani hisup sebagai jalan menuju Allah. hati akan selalu bersyukur terhadap takdir dan khendak Allah SWT, karena itu layaknya hati senantiasa dilatih untuk selalu bersyukur agar ia mampu mengatur anggota tubuhnya untuk berterima kasih kepada Allah SWT.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saran dan masukan untuk lebih berkembang

Puisi Q

Thusday, 18 Oktober 2008

Sekuntum Doa Untuk Sahabat

Sahabat….

Dalam ruang perjalanan sejarah hidup kita ada mimpi kita bersama, jauh…..dibelakangsana. Dan untuk membuka pintu ruang itu, kita harus memasuki koridor - waktu yang cukup panjang sarat beban, sarat rintangan, namun sarat pula kesan. Dan kita pun sering bertemu ruang – ruang buntu dan berdebu yang terkadang membuat kita ragu.

Sahabat….

Kadang kita lewati lorong yang cukup luas sehingga kita bisa melangkah beriringan bersama. Namun ada masanya kita lewati lorong yang sempit sehingga kita menapakinya bergantian, …sendirian ! ! !..disaat itulah kita merasakan kesunyian meratapi hati, mencekam hingga menusuk kalbu yang paling dalam.

Sahabat…..

Disaat sepi itulah aku baru tersadar bahwa tanpamu jalan ini terasa jauh……. Dan sepiii…sekali.

Namun sahabat…….

Bila kau terjaga dari mimpimu dan merasakan kepedihan yang sama ingatlah bahwa aku menemanimu. Walau jarak dan waktu tlah memisahkan kita, mrnjauhkan hari - hari serta penuh canda. Tapi ingatlah persahabatn kita tidak akan pernah berakhir. Dan apabila waktu saat kita bertemu lagi kita akan merajut kembali cerita yang sempat terpenggal. Cerita milik kita bersama.

" Tuk semua sahabatku ....."




Mudah Saja

Tuhan
Aku berjalan menyusuri malam
Setelah patah hatiku
Aku bedoa semoga saja
Ini terbaik untuknya

Dia bilang
Kau harus bisa seperti aku
Yang sudah biarlah sudah

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja.. Cintamu seperti cintaku

Selang waktu berjalan kau kembali datang
Tanyakan keadaanku

Ku bilang
Kau tak berhak tanyakan hidupku
Membuatku semakin terluka

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku

Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja cintamu seperti cintaku

Mudah saja…


Koleksi Sheila on 7 yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Sheila On 7 – Mudah Saja
Gambar Artis Indonesia

Menanti Cinta

Krisdayanti – Menanti Cinta

sejak lama aku berdiri
dalam sepinya rongga hati
tak satu pun burung 
mampu menjawab

* hanya padaMu ku bertanya
lewat setiap sujudku ini
siapa kah nanti
cinta untukku

reff:
wahai penilai hati lihat batinku
nyaris bernanah karna luka tersayat
merana menantikan cinta dan kasih hidupku

rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku

repeat *
repeat reff

rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
namun harus ku ikhlaskan nasib cintaku padaMu

Lirik lagu Krisdayanti – Menanti Cinta ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Krisdayanti – Menanti Cinta.