Sabtu, 26 Juni 2010
Nice Miror
Pada hari itujuga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam disamping saya. Ketika saya berbalik, hamper saja saya membuatnya jatuh. “Minggir,” kata saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur, seolah dengan halus Tuhan berbicara padaku, “Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu.” “Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang
akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.”
Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, “Bangun, nak, bangun,” kataku. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku? ”Ia tersenyum, ”Aku menemukannya jatuh dari pohon. Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru”.
Aku berkata, “Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu; Ibu
seharusnya tidak membentakmu seperti tadi. “ Si kecilku berkata, “Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.” Aku pun membalas, “Anakku, aku mencintaimu juga,
dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.”
Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari?
Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka. Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita
ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?
Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas?
Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?
Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)OU
Puisi Q
Thusday, 18 Oktober 2008
Sahabat….
Dalam ruang perjalanan sejarah hidup kita ada mimpi kita bersama, jauh…..dibelakangsana. Dan untuk membuka pintu ruang itu, kita harus memasuki koridor - waktu yang cukup panjang sarat beban, sarat rintangan, namun sarat pula kesan. Dan kita pun sering bertemu ruang – ruang buntu dan berdebu yang terkadang membuat kita ragu.
Kadang kita lewati lorong yang cukup luas sehingga kita bisa melangkah beriringan bersama. Namun ada masanya kita lewati lorong yang sempit sehingga kita menapakinya bergantian, …sendirian ! ! !..disaat itulah kita merasakan kesunyian meratapi hati, mencekam hingga menusuk kalbu yang paling dalam.
Disaat sepi itulah aku baru tersadar bahwa tanpamu jalan ini terasa jauh……. Dan sepiii…sekali.
Namun sahabat…….
Bila kau terjaga dari mimpimu dan merasakan kepedihan yang sama ingatlah bahwa aku menemanimu. Walau jarak dan waktu tlah memisahkan kita, mrnjauhkan hari - hari serta penuh canda. Tapi ingatlah persahabatn kita tidak akan pernah berakhir. Dan apabila waktu saat kita bertemu lagi kita akan merajut kembali cerita yang sempat terpenggal. Cerita milik kita bersama.
" Tuk semua sahabatku ....."
Mudah Saja
Tuhan
Aku berjalan menyusuri malam
Setelah patah hatiku
Aku bedoa semoga saja
Ini terbaik untuknya
Dia bilang
Kau harus bisa seperti aku
Yang sudah biarlah sudah
Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja.. Cintamu seperti cintaku
Selang waktu berjalan kau kembali datang
Tanyakan keadaanku
Ku bilang
Kau tak berhak tanyakan hidupku
Membuatku semakin terluka
Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku
Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja cintamu seperti cintaku
Mudah saja…
Koleksi Sheila on 7 yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Sheila On 7 – Mudah Saja
Gambar Artis Indonesia
Menanti Cinta
Krisdayanti – Menanti Cinta
sejak lama aku berdiri
dalam sepinya rongga hati
tak satu pun burung
mampu menjawab
* hanya padaMu ku bertanya
lewat setiap sujudku ini
siapa kah nanti
cinta untukku
reff:
wahai penilai hati lihat batinku
nyaris bernanah karna luka tersayat
merana menantikan cinta dan kasih hidupku
rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku
repeat *
repeat reff
rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
namun harus ku ikhlaskan nasib cintaku padaMu
Lirik lagu Krisdayanti – Menanti Cinta ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Krisdayanti – Menanti Cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saran dan masukan untuk lebih berkembang